"Konsepmu gak jelas!"


Hari masih cukup pagi.

Kabut dan sinar matahari saling berebut menunjukkan pesonanya.

Aku duduk di trotoar.
Asap filter bergoyang di depan mataku.

Kupandangi Jupiter Zku.

Luka parut memanjang dibody atas lampu depan. Juga disayap kiri. Sayap kanan mendingan,cuma patah seukuran dua jari. Lampu sein kanan pecah dan seonggok lumpur tampak menggantikan posisinya.
Stang kemudinya berubah arah. Foot step kanan dan rem belakang bengkok keatas.

Kenapa tadi bisa nabrak ya?
Apa aku ngantuk ,ngelamun atau terlalu deket sama pick up di depan?
Harus begini kah jalan hidupku?
Beginikah konsepku?
***
"The taxi will be here in a minute" sambil tersenyum gadis itu berkata kepadaku. Cowok disebelahnya memegang senter,juga tersenyum kepadaku. Keduanya adalah mahasiswa yang sedang shift menjaga accommodation in campus di lingkungan Charles Darwin University. Mereka membantuku menelpon perusahaan taxi untuk memastikan aku dijemput.
"Thank you very much for your kind help" aku sedikit menganggukkan kepala ke mereka.
Kemudian mereka berpamitan untuk berkeliling.
Kekhawatiran yang sempat muncul, kalau taxi yang menjemputku ke bandara nggak muncul atau terlambat,sekarang sudah berkurang. Wajar saja, ini pertama kalinya aku berada di negeri orang,ditengah malam pula! Namun kalau ingat segala pengalaman yang menyenangkan selama di sini,semua kekuatiran menguap begitu saja.

Ketika taxi benar-benar muncul,aku hampir berteriak kegirangan.
Sebentar lagi aku pulang. Kabar dari rumah,Ibu sakit keras.
Kangen,sedih bertabrakan dalam hati.
Dan setelah beberapa jam penerbangan terwujud juga aku bertemu dengannya.
Wajah kuyu dan terlihat tua dari umurnya menyambutku.
Itulah wajahnya terakhir kulihat.

Seminggu berikutnya aku harus pulang lagi,untuk menghadiri pemakamannya.
***
Kujabat erat tangan Bu Dhani. Setelah menerima akte rumah dan dokumen jual belinya. Puas rasanya akhirnya aku bisa beli rumah. Akhirnya bisa memberikan tempat berteduh yang pasti untuk Kriwul dan Emaknya.

Tak berapa lama hapeku bunyi. Jakarta menawari untuk pindah kerja.
Aku harus mengiyakan,karena memang aku tertarik.

Malem hari ketika aku santai menikmati susu hangat,datang istriku membisikiku,
" Pap,Kriwul mau punya adik lho".
Duh,lemes aku. Baru aja aku pingin settle,sudah harus move on lagi.
Ingin bermanja dengan mereka. Namun sudah harus terpisah.....
***
Kenapa,
Baru saja kuhirup dinginnya angin Australia di bulan July,it was the first time in my life!,tapi hembusan angin diantara bunga Kamboja ini sebagai penutup cerita?

Kenapa,
Aku dengan susah payah mencengkeram erat kebersamaan ini,just bought a house for us!,tapi dipisahkan oleh sebuah tawaran ego?
***
Siapa yang tidak berkonsep jelas?

Tidak mungkin Engkau. Engkau adalah Maha Benar.

Mustahil jika Kau. Kau adalah Maha Sempurna.

Dengan segala kerendahan hati dan kehinaan diri,kumohon ampunan-MU.
Akulah sumber kebodohanku sendiri.
Bimbinglah aku Sang Maha Pengasih.
***
Kutunggangi si Jupiter Z.
Melaju menembus kabut ,menyambut hangat matahari.

Jelas atau tidak konsepku,kenyataan inilah yang sekarang aku harus hadapi,selesaikan dan kalau perlu aku lupakan.
=====================
Secang,Dec 2009.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

my job

Rencana Studi ke Australia (bagian 2)